Strategi Merancang Dan Mengelola Saluran Pemasaran Pendidikan Untuk Meningkatkan Akses Dan Kualitas Layanan Pendidikan Di SDN 2 Petahunan
DOI:
https://doi.org/10.70338/mikraf.v7i1.233Keywords:
Pemasaran Pendidikan, Manajemen Pemasaran Pendidikan, Saluran PemasaranAbstract
Artikel ini membahas perancangan dan pengeloaan saluran pemasaran yang menjadi aspek penting dalam dunia pendidikan dengan cara merancang strategi dasar untuk diterapkan ke salah satu lembaga pendidikan. Mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh SDN 2 Petahunan dalam merancang dan mengelola saluran pemasaran pendidikan guna meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini menggabungkan teoriteori pemasaran pendidikan dengan wawancara langsung dengan salah satu guru sekaligus staf pengelola pemasaran untuk memahami langkah-langkah konkret yang dilakukan sekolah dalam mempromosikan layanan pendidikan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi literatur yang memanfaatkan berbagai sumber referensi dan wawancara yang dilakukan secara daring, yang bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang praktik pemasaran yang diterapkan di SDN 2 Petahunan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SDN 2 Petahunan telah menerapkan strategi pemasaran berbasis Multi-Channel Marketing yang melibatkan beberapa saluran utama. Di antaranya adalah Word of Mouth (WoM), yang menjadi saluran pemasaran organik dari mulut ke mulut oleh alumni dan orang tua siswa yang merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh sekolah. Selain itu, SDN 2 Petahunan juga menggunakan saluran pemasaran digital melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan grup WhatsApp kelas yang membantu memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan dan program unggulan sekolah. Sebagai bagian dari pendekatan pemasaran mereka, sekolah ini juga menerapkan metode publikasi berkala serta event-based marketing yang dirancang untuk menarik perhatian masyarakat, terutama melalui kegiatan seperti pameran hasil karya siswa dan forum-forum rapat komite. Namun, meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan, tantangan yang dihadapi oleh sekolah termasuk kesenjangan literasi digital di kalangan orang tua siswa, yang menyebabkan informasi yang disebarkan melalui media sosial kadang tidak sampai secara utuh. Selain itu, keterbatasan sumber daya, terutama dalam hal tenaga ahli yang mengelola media sosial, juga menjadi hambatan dalam optimalisasi saluran digital. Di sisi lain, teknologi telah berfungsi sebagai katalisator yang mempercepat proses distribusi informasi ke masyarakat dan orang tua siswa, serta memperbaiki kualitas layanan yang diberikan sekolah. Dengan pemanfaatan teknologi yang lebih baik, SDN 2 Petahunan berharap dapat mengatasi tantangan yang ada dan semakin memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lyvia Dwi Anggraeni, Nurfuadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








